Subscribe to our RSS Feeds

Potensi Nikel di Pulau Obi

4 Comments »


Potensi tambang nikel di Pulau Obi tepat di desa Kawasi, Kabupaten Halamahera Selatan (Halsel), Maluku Utara (Malut) baru-baru ini saja telah berhenti melakukan operasinya oleh sebuah perusahaan pertambangan nasional yakni PT Gane Permai Sentosa (GPS)).
Masyarakat Obi mengatakan dengan berhentinya beroperasi perusahaan tersebut kami semakin sulit mendapat pekerjaan baru lagi dan tentunya pengangguran semakin bertambah lagi di daerah kami

Perusahaan itu telah berhenti melakukan kegiatan operasionalnya nikel di pulau Obi pada 2008. Menurut salah satu tokoh Obi kehadiran perusahaan tersebut dalam mengolah potensi NIkel di Obi Telah memberi konstribusi pada pembangunan di Obi konstribusi yang telah diberikan diantara infastruktur kecamatan senilai 1 Miliar dan pembangunan sarana air bersih.

DIufuk timur Indonesia sebelah utara adalah tanah maluku utara, salah satu bagian dari maluku utara adalah pulau obi pulau yang ukurannya relatif sedang yaitu Pulau Obi (3.900 km2),pulau ini paling indah dilihat dari atas udara atau kejauhan, obi merupakan salah satu daerah yang sangat strategis karena jalur pelayaran tansportasi laut hampir setiap hari perairan dilaut pulau ini ramai dengan arus pelayaran. Kata nelayan berasal dari dari desa Madapolo “hampir setiap hari kami melihat kapal-kapal besar lewat didepan perahu kami.


Kawasan yang terletak diufuk timur sebelah utara ini memilki sumber kekayaan alam yang melimpah ruah, tidak dapat dipungkuri lagi kalau dapur kas dari PEMDA Halmahera-Selatan terbesar dari pulau Obi ini sebab, Pemerintah Halmahera Selatan tidak mau dan bersik keras menolak kecamatan Obi untuk di mekarkan menjadi Kabupaten, ada beberapa tambang di sana seperti tambang Emas di Anggai yang sampai saat ini masih terus beroperasi, tambang batu bara,tambang nikel di desa Kawasi kekayaan hutan dan laut yang tentu menjadi aset terbesar di Pulau Obi.
Hal ini tentu menjadi kewajaran ketika tuntutan masyarakat Obi ingin menjadi kabupaten sendiri terpisah dari kabupaten induk Halmahera Selatan.Menurut Salhi Ode Padjali, sesepuh masyarakat Obi di Labuha, Bacan, Rabu, (7/1) siang tadi.

Menurut politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Halmahera Selatan ini, tuntutan pemekaran ini dimaksudkan memperpendek rentang kendali pelayanan, juga untuk mempercepat akselerasi pembangunan di jazirah kepulauan Obi.

Apalagi katanya, Pulau Obi yang masuk dalam wilayah hokum dan administrasi Kabupaten Halmahera Selatan, pelayanan pemerintah yang dirasakan masyarakat daerah itu kurang mendapat perhatian, termasuk pelayanan pembangunan.

Hal ini disebabkan karena Kabupaten Halmahera Selatan wilayah yang cukup luas dengan 30 kecamatan, sudah saatnya dilakukan pemekaran kabupaten baru, termasuk calon kabupaten Kepulauan Obi.

Salhi melihat, Pemda Kabupaten Halmahera Selatan setengah hati merespon tuntutan pemekaran yang kini diperjuangkan masyarakat Kepulauan Obi. Ini katanya, dibuktikan dengan pembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2009 tak mengakomodir dana pemekaran.

Karena itu, Salhi mengajak agar masyarakat terus melakukan pressur untuk mendapat dukungan politik dan DPRD dan Pemerintah Daerah setempat dalam bentuk rekomendasi administrasi maupun teknis.
Salhi juga memaparkan, mdari segi potensi sumber daya alam (SDA), Kepulauan Obi memiliki SDA yang cukup. Jika menjadi kabupaten sendiri daerah itu mampu membiayainya sendiri. Ini katanya dapat dibuktikan dengan APBD Kabupaten Halmahera Selatan yang kurang lebih Rp. 47 milyar, 60 persen berasal dari Kepulauan Obi. “Itu baru sebagian kecil potensi yang dimanfaatkan, masih banyak sumber daya alam yang belum dieksploitasi,”.

21.55

4 Responses to "Potensi Nikel di Pulau Obi"

PAMAGEUH Says :
10 Maret 2009 11.43 Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
Tomy Says :
25 Juli 2009 18.45

menarik sekali ulasannya ttg pulau obi. krn sy blm prnh mndpt info lgkp ttg pulau obi.
sy ingin mengomentari bbrp hal, kalau mslh kekayaan alam, mgkn tdk perlu diragukan lagi, tp sama sprti "penyakit" di daerah2 lain yaitu pengelolaan kekayaan alam dan uang yg keluar-masuk oleh pemkab setempat. dgn PAD yg memadai, sy rasa fasilitas umum/pembangunan mestinya bisa optimal sehingga masyarakat bs menikmati pembangunan. namun jg harus disadari, kalau untuk pemekaran faktor terpenting bkn hanya kekayaan alam, ttp jg sdm yg nantinya mengelola kekayaan tsb, mampukah mereka mewujudkan keinginan msyrakat? dan bgmn strateginya dlm merealisasikan hal tsb. terimakasih

Nice Says :
14 September 2010 17.11

Good info. Apakah ada perusahaan bernama Harita Nickel yang sudah running di pulau Obi? Mohon info

LBH Says :
13 April 2011 08.32

betul GPS adalah anggota dari Harita Group, yang berada di bawah divisi harita nickel, selain bauxit, emas, batu bara dan lain lain. Nickel di pulau obbi di kawasi yang dibeli dari antam bernama PT. Trimegah Bangun Persada. Di Loji dan Jikodolong Pt. Gane Permai Sentosa, di fluk Pt, Gane Tambang sentosa ada juga ekor loleba PT. Kemakmuran Pertiwi Tambang... semua harita Group

Poskan Komentar

Loading...